Dari Umat untuk Umat: LAZISNU dan Banon NU Tanjab Barat Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir Bandang di Agam

Palembayan, Agam — Bencana banjir bandang yang menerjang Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, menyisakan kehancuran besar dan duka mendalam. Sungai yang sebelumnya hanya selebar sekitar dua meter, kini bekas alirannya melebar hingga ±250 meter. Sebuah perubahan ekstrem yang menjadi saksi dahsyatnya amukan alam.

Banjir terjadi pada sore hari sekitar pukul 16.30 WIB, setelah hujan deras mengguyur sejak pagi. Warga mengira suara gemuruh sebagai bunyi ekskavator atau kendaraan berat. Seorang anak bahkan sempat bertanya kepada ayahnya, “Itu mobil lewat, ya?” Namun dalam hitungan detik, air bercampur lumpur dan bebatuan besar datang seperti gelindingan bola raksasa, menghantam rumah-rumah warga tanpa ampun.

Permukiman yang berjarak hingga 100 meter dari bibir sungai ikut hancur. Bahkan desa yang berada sekitar 100 meter lebih tinggi dari dasar sungai tetap terdampak. Endapan lumpur setinggi dua meter dan bebatuan besar kini menutup sebagian besar wilayah terdampak.

Per 14 Desember 2025, akses jalan sudah dapat dilalui dan aliran listrik mulai kembali normal. Proses pembersihan material banjir dibantu alat berat dari Polda Sumatera Barat dan Polda Jambi.

Dalam proses evakuasi, relawan Ansor menemukan jenazah korban sejauh 10 kilometer dari titik bencana. Hingga hari ke-20 pencarian, tim relawan melaporkan sebanyak 43 jiwa masih belum ditemukan di Kabupaten Agam, khususnya di Kecamatan Palembayan, Desa Lareh Aia.

Di tengah situasi darurat, solidaritas lintas daerah terus mengalir. LAZISNU TANJAB BARAT dan Ketua Komisariat PMII IAI An-Nadwah Kuala Tungkal bersama perwakilan Ansor dan Banser Tanjung Jabung Barat turut turun langsung ke lokasi bencana. Mereka terlibat aktif dalam pendistribusian bantuan, membantu relawan lokal, serta memastikan bantuan sampai langsung ke tangan para korban terdampak.

Keluarga besar NU Agam menyampaikan apresiasi atas kepedulian berbagai pihak yang hadir langsung di lapangan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Mudah-mudahan apa yang diberikan dibalas Allah SWT berlipat ganda. Sejak posko ini didirikan, banyak masyarakat dari luar Padang singgah. Alhamdulillah, bantuan langsung kami packing dan serahkan ke korban. Kami tidak melibatkan pemerintah karena adik-adik Ansor juga terlibat langsung,” ujar perwakilan Keluarga NU Agam.

Ketua LAZISNU Tanjung Jabung Barat juga menyampaikan komitmennya dalam membantu distribusi logistik.

“Terima kasih. Kami mohon dibantu pendistribusian. Dari Tanjab Barat kami mengumpulkan pakaian layak pakai, dipisahkan antara laki-laki dan perempuan, serta membawa hasil laut daerah kami berupa ikan asin,” ujarnya.

Bencana ini menjadi pengingat bahwa alam bisa berubah dalam sekejap. Namun di tengah puing dan lumpur, kehadiran relawan, mahasiswa, dan organisasi kemasyarakatan menjadi bukti bahwa solidaritas adalah kekuatan terbesar dalam menghadapi duka bersama.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *